Banyak drama Korea yang berlatar di kantor, menggambarkan budaya tempat kerja di Korea Selatan. Drama ini menampilkan karakter yang bekerja di perusahaan besar, usaha kecil, atau bahkan perusahaan rintisan. Selain itu, drama ini juga berfokus pada kehidupan kantor orang Korea, dengan karyawan yang menghadapi tantangan, mengejar promosi, dan membangun hubungan dengan rekan kerja. Beberapa cerita bersifat serius, sementara yang lain menampilkan suasana tempat kerja yang menyenangkan atau romantis.

Namun, apa saja aspek budaya tempat kerja di Korea Selatan yang sebenarnya ditampilkan dalam drama Korea? Apakah peraturan kantor dan rutinitas harian sama dengan kehidupan nyata? Mari kita cermati lebih dekat dan cari tahu!

 

Contoh Drama Korea yang Menggambarkan Budaya Kerja Korea

Sebelum membahas aspek budaya tempat kerja di Korea Selatan yang digambarkan dalam K-Drama, mari kita lihat beberapa serial populer dengan latar kantor. Drama-drama ini memberikan perspektif berbeda tentang kehidupan kantor, mulai dari perjuangan serius hingga romansa ringan.

"Misaeng: Kehidupan yang Tidak Lengkap" (2014)

Drama ini mengikuti Jang GeuRae (diperankan oleh Im SiWan), seorang mantan pemain baduk (Go) yang memulai kariernya sebagai pekerja magang di sebuah perusahaan perdagangan. Ia berjuang untuk beradaptasi dengan kehidupan kantor sambil belajar tentang kerja sama tim dan bertahan hidup di dunia korporat. Selain SiWan, drama ini juga menampilkan Lee SungMin , Kang SoRa , dan Kang HaNeul .

 

"Apa yang Salah dengan Sekretaris Kim" (2018)

Serial TV ini berfokus pada seorang CEO perfeksionis, Lee YoungJoon (diperankan oleh Park SeoJoon ), yang dunianya berubah drastis ketika sekretarisnya yang setia, Kim MiSo (diperankan oleh Park MinYoung ), memutuskan untuk mengundurkan diri. Saat ia mencoba membuat sekretarisnya tetap tinggal, mereka mengembangkan perasaan yang tak terduga satu sama lain.

 

"Memulai" (2020)

Ini adalah salah satu contoh terbaik K-Drama yang menggambarkan budaya tempat kerja di Korea Selatan. Drama ini mengikuti para pengusaha muda, termasuk Seo DalMi (diperankan oleh Bae Suzy ) dan Nam DoSan (diperankan oleh Nam JooHyuk ), saat mereka bersaing dalam industri start-up yang bergerak cepat. Mereka mengejar impian mereka sambil menghadapi keputusan bisnis yang sulit dan tantangan pribadi. Pemeran utama lainnya termasuk Kim SeonHo dan Kang HanNa .

 

“Proposal Bisnis” (2022)

Serial ini berkisah tentang Shin HaRi (diperankan oleh Kim SeJeong ), seorang pekerja kantoran yang pergi kencan buta menggantikan temannya, dan menyadari bahwa pria itu adalah CEO perusahaannya, Kang TaeMoo (diperankan oleh Ahn HyoSeop ). Ia berusaha merahasiakan identitasnya, tetapi kisah asmara segera memperumit segalanya. Drama ini juga dibintangi oleh Kim MinKyu dan Seol InAh .

 

“Meramalkan Cinta dan Cuaca” (2022)

Drama ini berfokus pada Jin HaKyung (diperankan oleh Park MinYoung ), seorang peramal cuaca yang cerdas dan terorganisasi, saat ia menjalani cinta dan pekerjaan di layanan cuaca nasional Korea. Ia berakhir dalam hubungan yang rumit dengan rekan kerjanya yang berjiwa bebas. Serial ini juga menampilkan Song Kang , Yoon Park , dan Yura .

 

"Agensi" (2023)

Ini juga merupakan salah satu contoh utama K-Drama yang menggambarkan budaya tempat kerja Korea Selatan. Drama ini berkisah tentang Go AhIn (diperankan oleh Lee BoYoung ), seorang wanita berbakat tetapi kesepian yang berhasil mencapai puncak karier di sebuah perusahaan periklanan yang kompetitif. Dia menghadapi politik tempat kerja dan perjuangan pribadi sambil membuktikan dirinya dalam industri yang didominasi laki-laki. Serial ini juga menampilkan Jo SungHa , Son NaEun , dan Han JoonWoo .

 

"Auditor" (2024)

Acara TV ini mengikuti tim audit yang dipimpin oleh Shin ChaIl (diperankan oleh Shin HaKyun ), seorang pemimpin yang tajam dan kejam, saat mereka menyelidiki korupsi dalam sebuah perusahaan besar. Seorang karyawan muda bergabung dengan tim, dan bersama-sama mereka menghadapi musuh yang kuat sambil mengungkap kebenaran yang tersembunyi. Drama ini juga dibintangi oleh Lee JungHa , Jin Goo , dan Jo ARam .

 

##MEMOTONG##

 

Aspek Penting Budaya Tempat Kerja Korea Selatan dalam Drama Korea

Sekarang, mari kita periksa karakteristik lingkungan kerja Korea yang digambarkan dalam K-Drama.

1. Sistem Hirarki dan Senioritas yang Ketat

Di tempat kerja Korea Selatan, karyawan harus menunjukkan rasa hormat kepada rekan kerja senior dan atasan. Orang-orang di posisi tinggi sering kali membuat keputusan, dan karyawan junior diharapkan untuk mengikuti perintah tanpa bertanya.

Banyak drama Korea yang menggambarkan tempat kerja dengan struktur hierarki yang kuat, di mana rasa hormat terhadap senioritas sangatlah penting. Beberapa contohnya adalah “Misaeng: Incomplete Life” dan “The Auditors.”

Saat ini, meskipun hierarki masih ada, karyawan yang lebih muda saat ini mendorong budaya kerja yang lebih terbuka dan fleksibel.

 

2. Jam Kerja Panjang dan Harapan Tinggi

Jam kerja yang panjang merupakan hal yang umum, dan karyawan sering kali lembur, bahkan jika tugas mereka telah selesai, agar tidak terlihat tidak bersemangat. Banyak pekerja mengalami kelelahan karena beban kerja yang berlebihan.

Salah satu contohnya adalah “On the Verge of Insanity” (2021), di mana tokoh utama Choi BanSeok (diperankan oleh Jung JaeYoung) mengalami kelelahan setelah dipindahkan ke departemen SDM karena restrukturisasi perusahaan.

Contoh lain adalah "The Trauma Code: Heroes on Call" (2025), yang memperlihatkan kehidupan dokter bedah trauma yang keras dan penuh tekanan, serta menunjukkan bagaimana kerja berlebihan merupakan hal yang umum dalam pekerjaan bertekanan tinggi.

Sementara peraturan pemerintah sekarang membatasi jam kerja hingga 52 jam, banyak karyawan masih merasakan tekanan untuk bekerja lembur.

 

3. Bullying di Tempat Kerja dan Politik Kantor

Mendapatkan promosi dan sukses di tempat kerja bukan hanya tentang kerja keras—tetapi juga tergantung pada jaringan dan politik kantor. Karyawan mungkin menghadapi favoritisme, persaingan, atau bahkan sabotase. Meskipun kesadaran meningkat, perlakuan buruk di tempat kerja tetap menjadi masalah sosial di Korea.

Beberapa drama Korea menyoroti perebutan kekuasaan dan perundungan (Gapjil), di mana atasan memperlakukan bawahan dengan buruk. Drama “The Queen of Office” (2013) dan “The Secret Life of My Secretary” (2019) keduanya menunjukkan perlakuan tidak adil terhadap pekerja kontrak.

Contoh lain adalah "Gaus Electronics" (2022), sebuah film satir tentang kehidupan korporat. Film ini berfokus pada dinamika tempat kerja, hierarki, dan perjuangan sehari-hari karyawan pemasaran di sebuah perusahaan elektronik besar.

"Queen of Tears" (2024) juga merupakan salah satu K-Drama yang menggambarkan budaya kerja di Korea Selatan. Drama ini mengupas kompleksitas kehidupan korporat, menampilkan tantangan politik kantor dan dinamika pribadi dalam sebuah perusahaan.

 

4. Drama Korea yang Mengungkap Ketimpangan Gender dalam Budaya Tempat Kerja Korea

Beberapa drama mengeksplorasi tantangan yang dihadapi perempuan di dunia korporat Korea, mulai dari stagnasi karier hingga diskriminasi. Drama tahun 2019 “Search: WWW” adalah salah satu contohnya. Drama ini menampilkan para eksekutif perempuan yang menghadapi bias gender dalam industri teknologi.

Aspek ini juga dapat dilihat dalam "A Virtuous Business" (2024). Berlatar tahun 1992, drama komedi ini mengeksplorasi peran perempuan dan perjuangan untuk mencapai kesetaraan dalam masyarakat patriarki. Drama ini menyoroti tantangan terkait ketidaksetaraan gender.

Korea masih memiliki salah satu kesenjangan upah gender tertinggi di antara negara-negara OECD. Pada tahun 2024, perempuan memperoleh upah (rata-rata) 30% lebih rendah daripada laki-laki, menurut Statista. Meskipun sikap tersebut perlahan berubah.

 

5. Budaya Minum Sebagai Kewajiban Pekerjaan Sosial

Aspek penting lain dari budaya tempat kerja Korea Selatan yang ditampilkan dalam K-Drama adalah budaya minum-minum. Banyak tayangan yang menampilkan adegan saat karyawan pergi ke restoran atau bar setelah jam kantor. Pertemuan setelah jam kerja (hoesik) ini dianggap penting untuk menjalin keakraban dengan rekan kerja dan membuat atasan terkesan. Karyawan sering diharapkan untuk hadir, meskipun mereka lelah atau memiliki rencana pribadi.

Drama tahun 2018 "My Mister” menggambarkan pentingnya bersosialisasi setelah jam kerja di Korea Selatan, di mana rekan kerja saling akrab lewat minuman.

Demikian pula, “Work Later, Drink Now" (2021–2022) menampilkan tiga sahabat karib yang bekerja di bidang berbeda, bertemu setelah bekerja untuk minum dan berbagi perjuangan mereka. Mereka menemukan kenyamanan dalam persahabatan dan minuman malam mereka.

"The Auditors" (2024) juga merupakan contoh yang bagus. Anggota tim audit perusahaan terkadang minum bersama setelah penyelidikan yang menegangkan, yang menunjukkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan sosial.

Meski budaya minum-minum terus berkembang, menghadiri acara sosial masih dianggap sebagai bagian penting untuk menyesuaikan diri di tempat kerja.

 

6. Munculnya Startup dan Lingkungan Kerja Baru

Pekerjaan korporat tradisional masih dominan di industri bisnis Korea, tetapi lebih banyak profesional muda yang beralih ke perusahaan rintisan dan perusahaan teknologi. Agensi semacam itu sering kali memiliki budaya kerja yang lebih fleksibel dan kreatif, yang mencerminkan budaya bisnis negara yang terus berkembang.

Selain itu, tempat kerja ini menghargai inovasi, lingkungan kantor yang santai, dan hierarki yang tidak terlalu kaku. Profesional muda semakin tertarik pada perusahaan-perusahaan ini karena budaya kerja yang dinamis dan peluang untuk pertumbuhan pribadi.

Perubahan ini mencerminkan meningkatnya keinginan untuk mandiri, keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan, serta pemenuhan karier di kalangan generasi muda di Korea Selatan. Namun, meskipun karyawan di perusahaan rintisan memiliki lebih banyak kebebasan, mereka juga menghadapi ketidakstabilan, jam kerja yang panjang, dan tekanan untuk bekerja di pasar yang kompetitif.

“Start-Up” (2020) adalah salah satu K-Drama terbaik yang menggambarkan aspek budaya tempat kerja Korea ini. Drama ini berfokus pada wirausahawan muda yang mencoba membangun perusahaan teknologi, menampilkan kegembiraan dan perjuangan dalam mendirikan perusahaan rintisan di negara tersebut.

"A Virtuous Business" (2024) adalah contoh lainnya. Serial ini menggambarkan perjalanan kewirausahaan seorang wanita yang memulai bisnis baru di kota konservatif. Serial ini mencerminkan tantangan dan dinamika lingkungan kerja baru.

 

7. Drama Korea yang Menunjukkan Perjuangan Keseimbangan Kehidupan dan Pekerjaan dalam Budaya Tempat Kerja Korea

Karena atasan yang menuntut dan tenggat waktu yang ketat, banyak pekerja Korea merasa sulit untuk memisahkan pekerjaan dari kehidupan pribadi mereka. Aspek ini sering digambarkan dalam K-Drama.

Dalam seri “Peramalan Cinta dan Cuaca” tahun 2022, para karyawan Badan Meteorologi Korea berjuang untuk memisahkan kehidupan pribadi dan profesional karena sifat pekerjaan mereka yang tidak dapat diprediksi.

"Queen of Tears" (2024) juga menggambarkan sisi budaya tempat kerja Korea ini. Meskipun utamanya adalah drama percintaan, drama ini juga menunjukkan bagaimana tantangan profesional dan pribadi saling terkait, terutama di lingkungan perusahaan berisiko tinggi.

Demikian pula, "Doctor Slump" (2024) mengikuti kisah dua dokter yang menghadapi tantangan pribadi dan profesional. Serial ini menyoroti perjuangan untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan dalam karier yang menuntut.

 

8. Lingkungan Kerja Bertekanan Tinggi

Terakhir, pekerjaan di bidang seperti kedokteran, hukum, dan keuangan disertai dengan tekanan ekstrem, tanggung jawab hidup atau mati, dan harapan ketat dari atasan.

Ambil contoh "Race" (2023). Drama kantor ini mengisahkan para karyawan di sebuah perusahaan PR yang menghadapi persaingan ketat, politik kantor, dan tekanan untuk meraih kesuksesan.

"The Trauma Code: Heroes On Call" (2025) juga menggambarkan lingkungan kerja yang penuh tekanan. Buku ini berkisah tentang para profesional medis yang menghadapi situasi hidup-mati sambil berhadapan dengan birokrasi rumah sakit, hierarki tempat kerja, dan kelelahan.

 

Apakah K-Drama Secara Akurat Mencerminkan Budaya Kerja Korea?

Jawabannya adalah ya dan tidak. Meskipun K-Drama sering mendramatisasi elemen-elemen tertentu untuk hiburan, banyak aspek—seperti hierarki yang ketat, jam kerja yang panjang, dan politik kantor—didasarkan pada budaya tempat kerja yang sebenarnya di Korea.

Misalnya, acara TV Korea terkadang membuat tempat kerja tampak lebih menarik atau menyenangkan daripada yang sebenarnya. Dalam beberapa serial, bosnya baik hati, peduli terhadap karyawan, dan bahkan jatuh cinta pada seorang pekerja. Namun, kebanyakan bos tidak seperti itu dalam kehidupan nyata. Banyak yang mengharapkan karyawannya untuk bekerja keras dan mematuhi aturan yang ketat.

Whats Wrong With Secretary Kim, tvN Drama

tvN Official X

Beberapa drama juga menampilkan kisah sukses yang cepat. Seorang tokoh mungkin memulai kariernya sebagai pekerja rendahan dan menjadi pemimpin perusahaan dalam waktu singkat. Kenyataannya, promosi jabatan membutuhkan waktu bertahun-tahun, dan kerja keras tidak selalu langsung membuahkan kesuksesan.

Tentu saja, tidak semua K-Drama membuat pekerjaan tampak sempurna. Beberapa membantu orang memahami masalah nyata di tempat kerja yang dihadapi karyawan setiap hari. Mereka menunjukkan perjuangan nyata, seperti perlakuan tidak adil, stres, dan kelelahan. Misalnya, beberapa karakter bekerja berjam-jam dan jarang pulang lebih awal. Yang lain berurusan dengan bos yang kejam atau aturan yang tidak adil.

Namun, dengan reformasi ketenagakerjaan yang sedang berlangsung dan perubahan sikap di kalangan pekerja muda, budaya perusahaan secara bertahap berevolusi. Bahkan, banyak drama juga menunjukkan bagaimana pekerja muda menginginkan perubahan, seperti memiliki lebih banyak kebebasan dan keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik.

 

Apa yang diajarkan K-Drama tentang budaya tempat kerja di Korea

Drama Korea menunjukkan banyak hal tentang budaya tempat kerja di Korea Selatan. Drama Korea menyoroti peraturan kantor yang ketat, jam kerja yang panjang, dan tantangan di tempat kerja, tetapi juga menunjukkan kerja sama tim, persahabatan, dan budaya kerja yang berubah.

Meskipun beberapa drama membuat kehidupan kantor tampak menyenangkan atau romantis, namun kehidupan nyata tidak demikian. Sebaliknya, banyak drama yang menggambarkan perjuangan nyata seperti stres, perlakuan tidak adil, dan ekspektasi tinggi.

Pada akhirnya, K-Drama mengajarkan kita bahwa bekerja bisa jadi berat, baik secara fisik maupun mental. Namun, pekerjaan juga merupakan tempat orang-orang berkembang, menghadapi tantangan, dan mengejar impian mereka.